Bagi seorang pembisnis, atau buat siapa saja, dimasa ini meman sangat sulit bagi kita menjauhkan diri dari yang namanya Ponsel atau handphone seluller, mungkin karna tuntutan untuk tetap berkomunikasi kapan pun dan dimana pun, namun hal ini berdampak kurang baik bagi para pria,
Sumber penelitian
Penelitian yang dipimpin oleh Dr Agarwal,
dari Pusat Penelitian Reproduksi, Glickman Urological Institute dan
Departemen Obstetri Ginekologi – Cleveland Clinic. Para peneliti yang
berpartisipasi dalam penelitian yang berjudul ” “Effect of cell phone
usage on semen analysis in men attending infertility clinic: an
observational study, ” percaya bahwa ada hubungan terbalik antara
kuantitas dan kualitas sperma laki-laki terhadap frekuensi penggunaan
ponsel .
Alasan dan hasil penelitian
Menurut penulis,
ponsel bekerja pada pita frekuensi yang berkisar antara 400 MHz dan 2000
MHz. Dan Ponsel juga menyebarkan gelombang elektromagnetik frekuensi
radio ( EMW ). Penelitian terbaru ini mengisyaratkan adanya kemungkinan frekuensi radio dapat mempengaruhi berbagai jaringan dan atau organ seperti otak, jantung, sistem endokrin, dan molekul DNA.
Bukti ilmiah tidak konklusif, tetapi penggunaan ponsel yang ekstensif
dikatakan mengakibatkan antara lain kelelahan dan sakit kepala .
Dalam penelitian ini, sampel semen dikumpulkan dari laki-laki yang
mendatangi sebuah klinik infertilitas. Sampel semen dianalisis untuk
dibandingkan dengan 8 parameter yang ditetapkan oleh Organisasi
Kesehatan Dunia(WHO), sebagai parameter indikasi vitalitas pada sperma.
Peneliti juga mencatat waktu penggunaan telepon, perkiraan waktu
penggunaan, dan empat kelompok sesuai sesuai dengan perpanjangan waktu
penggunaan ponsel yang diperoleh dengan cara memintanya kepada pasien.
Pengelompokan berkisar pada penggunaan ponsel yang lebih dari 4 jam
sehari .
Hubungan antara kualitas sperma dan penggunaan ponsel
Analisis
statistik dari data yang ditemukan adanya korelasi yang kuat (hubungan
kuat) antara jumlah dan kualitas sperma, serta waktu penggunaan ponsel
pada orang-orang yang mengunjungi klinik infertilitas .
Hasilnya
menunjukkan bahwa laki-laki dalam kelompok yang menggunakan ponsel lebih
dari 4 jamdalam sehari, mengalami jumlah, kelangsungan hidup dan
pergerakan sperma yang lebh rendah.
Kesimpulan
Kemudian
Studi ini menyimpulkan bahwa kesehatan sperma dipengaruhi secara negatif
oleh penggunaan ponsel, dan mereka juga mempercayai bahwa fakta ini
bisa menjadi penyebab penurunan kesuburan pada pria. Namun, mereka juga
menunjukkan beberapa keterbatasan dalam studi mereka. Misalnya mereka
hanya mengandalkan informasi yang diberikan oleh pasien tentang
penggunaan ponsel, sehingga jumlah waktunya tidak valid secara ilmiah .
Penulis juga mengatakan bahwa mereka tidak mengevaluasi terhadap paparan
radiasi elektromagnetik dari sumber lain, seperti menara pemancar radio, PDA, perangkat Bluetooth, dan komputer.
